Initializing
Siber.Web.ID
MENU_SYSTEM
Security Insights

Rayuan Manis, Buaya Online: Love Scam Bikin Rugi Rp120 Miliar

I
Online

Dia bilang sayang, ngirim chat manis setiap pagi, dan janji masa depan yang indah. Tapi di balik layar, yang kamu hadapi bukan pasangan idaman. Itu adalah sindikat kejahatan digital yang terorganisir, dengan skrip percakapan profesional dan target yang sudah ditentukan. Selamat datang di dunia love scam, penipuan berkedok asmara yang telah menelan kerugian miliaran rupiah di Indonesia.

Infografik Love Scam: data kerugian korban di Indonesia

Apa Itu Love Scam dan Kenapa Berbahaya?

Love scam adalah bentuk penipuan digital di mana pelaku memanfaatkan hubungan emosional, perhatian, dan janji masa depan untuk mendorong korban mengirim uang atau melakukan transaksi tertentu. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa korban dimanipulasi secara emosional hingga merasa memiliki ikatan khusus dengan pelaku. Tanpa sadar, mereka mentransfer dana dalam jumlah besar.

Yang membuat love scam begitu berbahaya adalah dampak psikologisnya. Friderica menyebut luka akibat manipulasi emosional sering kali lebih sulit disembuhkan daripada kerugian finansial. “Ini juga yang salah satu yang sulit disembuhkan karena melibatkan emosi secara mendalam seperti itu,” ucapnya dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia pada Januari 2026.

Penipuan ini bukan sekadar kasus individu. Otoritas Jasa Keuangan mengategorikan love scam sebagai ancaman lintas batas negara pada level yang sangat tinggi. Sindikatnya beroperasi secara internasional dengan infrastruktur profesional: skrip percakapan, admin chat, platform pembayaran digital, hingga penggunaan kecerdasan buatan untuk membuat profil palsu.

Kerugian di Indonesia: Dari Rp49 Miliar Hingga Rp9,3 Triliun

Data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang diungkap OJK pada Januari 2026 mencatat angka yang mencengangkan. Hingga akhir 2025, IASC telah menerima 3.494 laporan korban love scam dengan total kerugian mencapai Rp49,19 miliar. Angka ini dikonfirmasi langsung oleh Friderica dalam rapat dewan komisioner bulanan OJK pada 9 Januari 2026, seperti dilaporkan Kompas.com.

Jika skopnya diperluas ke seluruh jenis penipuan digital, angkanya jauh lebih besar. Dalam seminar Countering Scams and Frauds di Jakarta pada 6 Juli 2026, Friderica mengungkapkan bahwa total kerugian masyarakat akibat penipuan sejak 2022 hingga Mei 2026 mencapai Rp9,3 triliun. Suara.com melaporkan bahwa IASC telah menerima lebih dari 600.000 aduan penipuan, memblokir 500.000 rekening, dan mengamankan aset Rp674 miliar. Sebanyak Rp200 miliar berhasil dikembalikan ke korban.

Dalam skala global, FBI melaporkan kerugian kejahatan internet sepanjang 2024 menembus 16 miliar dolar AS, atau sekitar Rp269,57 triliun. Modus love scam menjadi salah satu kontributor utama dalam angka tersebut.

Kasus Nyata: Akuntan Publik Medan Rugi Rp120 Miliar

Salah satu kasus love scam terbesar di Indonesia terungkap pada Juli 2026. Seorang perempuan yang berprofesi sebagai akuntan publik di Medan, Sumatera Utara, kehilangan dana pribadi senilai Rp120 miliar hanya dalam waktu empat bulan.

Brigjen Djoko Prihadi, Direktur Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI), mengungkapkan kasus ini dalam seminar “Strengthening Defenses Against Scam” pada 6 Juli 2026 di Jakarta. Menurut laporan Liputan6 dan Kompas.com, korban berkenalan dengan seorang pria yang mengaku berasal dari Singapura. Pelaku, yang ternyata juga berasal dari Medan, berhasil meyakinkan korban hingga mentransfer uang dalam jumlah yang sangat besar.

“Dia akuntan publik, dalam 4 bulan saja kena Rp120 miliar, uang pribadi,” kata Djoko, dikutip dari Kompas.com. Sayangnya, korban baru melapor tiga bulan setelah kejadian, sehingga money trail sudah sulit dilacak dan dana sulit dipulihkan.

Ketua Satgas PASTI, Rizal Ramadhani, menambahkan bahwa pelaku love scam kini menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat wajah dan suara palsu. Modus seperti ini menargetkan berbagai profesi, termasuk notaris dan dokter, tidak terbatas pada kalangan tertentu.

Sindikat Lintas Negara: Yogyakarta dan Tangerang

Love scam di Indonesia bukan kejahatan amatir. Pada Januari 2026, OJK mengungkapkan bahwa satu sindikat love scam internasional berhasil dibongkar di Yogyakarta. Friderica menyebut sindikat ini beroperasi secara global dengan infrastruktur profesional. Temuan ini dilaporkan oleh CNN Indonesia dan Kompas.com.

Sebelumnya, pada Januari 2026, Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 27 WNA di kawasan Gading Serpong, Tangerang, yang terlibat dalam sindikat love scamming internasional. Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman mengonfirmasi bahwa 26 dari mereka adalah warga negara Tiongkok dan satu warga Vietnam. Operasi ini berlangsung pada 8 hingga 16 Januari 2026.

Menurut CNN Indonesia dan Kompas.com, para pelaku menggunakan kecerdasan buatan (Hello GPT) untuk membuat percakapan terlihat meyakinkan. Mereka mencari korban melalui media sosial, membangun komunikasi, lalu melakukan video call untuk merekam korban dan memerasnya. Barang bukti yang disita meliputi 120 ponsel, 55 komputer, dan 7 laptop dari markas mereka di Tangerang.

Mengapa Love Scam Begitu Efektif?

Love scam tidak bertumpu pada kecanggihan teknologi semata. Keberhasilannya justru terletak pada rekayasa psikologis. Pelaku membangun rasa aman, menciptakan urgensi, dan secara perlahan mengisolasi korban dari lingkungan sosialnya.

Otoritas Perilaku Keuangan Inggris (FCA) menyebut korban sering berada dalam “mantra” penipu. Mereka sulit berpikir rasional saat diminta uang karena ikatan emosional yang sudah terbentuk. Situasi ini semakin parah dengan penggunaan AI untuk deepfake dan voice cloning, membuat profil palsu semakin meyakinkan.

Ketua Satgas PASTI Rizal Ramadhani menjelaskan modus ini kepada detikFinance: “Modusnya biasanya perempuan, ngakunya perempuan. Karena semua pakai AI, suara bisa mirip, muka bisa mirip.” Dengan teknologi ini, korban tidak bisa membedakan antara sosok nyata dan rekayasa digital.

Cara Melindungi Diri dari Love Scam

OJK dan Satgas PASTI memberikan beberapa panduan untuk mengenali love scam. Pertama, waspadai hubungan yang berjalan terlalu cepat. Pelaku biasanya langsung mengungkapkan perasaan dan membicarakan masa depan dalam hitungan hari. Kedua, perhatikan alasan menghindari pertemuan langsung. Pelaku selalu punya cerita dramatis: sedang sakit, ditahan di luar negeri, atau masalah keluarga.

Ketiga, lakukan pengecekan foto profil. Satgas PASTI menyarankan untuk menggunakan reverse image search dan layanan pendeteksi AI. Banyak foto profil love scam adalah hasil generated AI atau curian dari akun orang lain. Keempat, jangan pernah mentransfer uang ke seseorang yang belum pernah kamu temui secara langsung.

Jika kamu atau kenalanmu mengalami love scam, segera laporkan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) melalui bank atau OJK. Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang dana bisa diblokir sebelum habis. Seperti kata Brigjen Djoko: “Money trail-nya sudah sulit, sudah habis semua” jika laporan terlambat.

Untuk memahami lebih dalam tentang modus social engineering di dunia digital, baca juga artikel kami sebelumnya tentang Vishing Meningkat di 2026: Saat Telepon Jadi Senjata Social Engineering dan Gelombang Phishing Berbasis AI Incar Akun Microsoft.

Bagikan Artikel
Security Tools